MAK

9 Januari 2010 at 5:16 pm (catatan perih)

suatu hari luka-luka datang menyebar benih pembusukan,
suatu hari matahari mencipta penjebakan virusnya,
suatu hari mata hanya melihat tanpa berkata,
suatu hari jantung diisi oleh udara dan lambung penuh darah,
suatu hari otak mati berkarat,

mak, anakmu lelah dicekam huruf di telinga,
mak, anakmu tak ingin hidup dengan selang-selang udara berjejal di dada,
mak, anakmu tak ingin tidur membau sikotropika,
mak, anakmu tak ingin otaknya mti berkarat

ibu sayang padaku,
aku tau,
ibu membanggakan aku,
aku tau,
ibu berjuang demi aku.
demi anaknya yang tak tau diuntung ini..

mak, otak anakmu sudah berkarat, haruskah aku mencium bau ruang penuh obat lagi?
mak, anakmu butuh psikiater
mak, anakmu takut jadi gila
mak, anakmu tak mau mengunyah biji kopi kebanggaan suamimu
mak, anakmu tak ingin mengeja waktu sendiri smentara mamak harus menangis di malam sepi
mak, anakmu tak ingin mati dalam kehidupan

mak, anakmu kedinginan, peluk anakmu, mak!!

mak,,
anakmu ini takut tak bisa membahagiakanmu sedangkan engkau menanti kebanggaan itu dari anakmu ini..

mak, anakmu sayank padamu, sangat sayang padamu, mak!!
mak, tetaplah tegar! tetaplah berdiri, mak! anakmu yakin kita bisa melalui hari-hari penuh luka ini

Permalink & Komentar

air mata.. lagi..

10 November 2009 at 12:43 pm (catatan perih)

langkahku merapuh, seolah aku tak punya kedigdayaan untuk melangkahkan kakiku.
rindu yang menggulung pedih datang tiba2, menghancurkan kekuatan yang coba kubangun..
ternyata aku memang tak mampu mempertahankan senyum dusta ini..
ternyata aku memang tak mampu mempertahankannya demi diriku sendiri..

rasanya ingin kutenggelamkan driku..
kubunuh semua bakteri2 jahat penyebab luka ini,,
sekaligus jiwaku yang telah membusuk..
aku lelah!!!!!!!!!

aku benar-benar lelah.,,
dan air mata keluar dari sela mataku..
menghabisi keangkuhanku,,

bahagialah kau di sana bersama wanita bahagiamu..
biar aku di sini terpuruk oleh rindu tak berkesudahan..

selamat,,
selamat bagimu..
telah menghapus semua kenangan, kehangatan, dan rasa bahagia itu..
selamat..
biar air mata ni membanjiri jiwaku yang penuh luka..
biar makin pedih..

aku terlalu payah untuk melupakanmu..
itu saja,,

Permalink 1 Komentar

Peradaban Lintang Telah Usai

22 Oktober 2009 at 4:45 pm (catatan perih)

Jangan memberikan sebuah peradaban hati pada orang yang sekiranya tak dapat dipercaya. Kelelahan yang amat sangat telah mengaburkan padanganku, jadi kini tak akan lagi aku memberikan peradaban hatiku pada orang yang tidak bisa dipercaya. Aku punya hati yang terlalu lapang untuk diporakporandakan oleh senyuman kabutnya itu, senyuman yang menghancurkan sistem penglihatanku. Penglihatan tentang peradaban hati yang lain.

Mungkin dia bahagia sekarang karena peradaban hatiku telah hancur. Dia yang terlalu aku percaya akhirnya menghancurkan segalanya tanpa sisa, tak memberikan aku sedikitpun rasa lagi. Sampai sekarang aku masih bisa membayangkan senyumnya, namun tak bisa kurasakan lagi kehangatannya. Tak ada kehangatan buatku disana. Peradaban cintaku telah hancur lebur.

Hari ini mendung menggantung di tempat yang sama ketika peradaban hati ini dihancurkan olehnya. Dan di waktu yang sama pula. Aku duduk bersama semangkuk sup buah yang menjadi minuman kesukaanku bersamanya. Di bangku yang sama meski dengan hari yang berbeda dan tentu saja tanpa dia. Senyumannya menjadi kabut di antara sekian banyak senyum yang beredar. 20 Mei 2009, hari itu adalah hari ini di masa lalu. Dan aku merindukan dirimu sebelum itu. Senyuman kabutmu itu. Bodohnya, seharusnya kau jelas-jelas menjadi orang paling tak bisa dipercaya di dunia ini, namun mengapa aku harus menjadikan peradaban hatiku sebagai peradaban Lintang? Padahal aku jelas-jelas telah dihancurkan olehnya. Akh! Aku memang sangatlah bodoh dan tolol. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

U’ll sorry-bondan prakoso feat fade2black

15 Juni 2009 at 9:27 am (catatan perih) ()

U’ll be sorry..

Lezz:
Ku tak tau harus berkata apa.
Kau tinggalkan diriku di dalam asa.
Jika, waktu yang berputar tak kembali.
Lagi, ini jadi satu ironi.
Dan mengapa kau lelah dalam langkah.
Resah, gelisah, menyerah, sudah lah.. sudah.. tak perlu banyak rima.
Ini bukan pertama kurasa hal yang sama.
Shakespeare menangis, dalam sudut kecewa.
Dewi cinta terjatuh merana dalam luka.
Terkubur, dalam detik yang berputar.
Bercampur dengan udara, yang tak terdengar.
Ngga hanya cewe’, yang ingin di mengerti.
Bukan hanya cowo’, yang ingin dicintai.
Jika, waktu yang berputar tak kembali.
Apa arti sayang bila sudah tak berarti.

Mr. B: Tlah.. ku berikan semua.. kasih dan cintaku..
namun kau, hempas.. aku.. pastikan
dirimu.. kau akan sesali.. u’ll be sorry..
u’ll be sorry.. u’ll be sorry.. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

rindu??? candu???!!

8 April 2009 at 9:46 am (catatan perih) ()

Buta? Jika memang langkahku terhenti di sini, kenapa aku masih mencoba melangkah? Ketika kerinduan itu berubah menjadi candu pada diriku, aku tidak keberatan menjalaninya. Bahkan, jika aku harus terus disini, menikmati candu sampai mati, aku tak peduli.

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

maafkan aku

2 April 2009 at 9:12 am (catatan perih) ()

lantas luka itu meluber mengungkit ribuan dusta yang kujaring
aku ini hanya seonggok kabut yang telak menghancurkan pandangan

dia..

telah hancur olehku..

dia.. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

hujan di musim putus asa

12 Maret 2009 at 10:52 am (catatan perih)

Di sekretariat bersama yang dikepung hujan

“Hujan itu penuh inspirasi!” Ujar salah seorang sahabatku. Kudalami hal itu. Terlalu banyak orang yang mencoba mengilhami rintik hujan dengan pemikiran mereka sendiri. Aku sempat bertemu dengan teman dekatku yang sangat mencintai hujan. Hari-hari dia habiskan hanya untuk berkutat dengan kecintaannya itu, hujan. Tak peduli selelah Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Komentar

Next page »