air mata.. lagi..
langkahku merapuh, seolah aku tak punya kedigdayaan untuk melangkahkan kakiku.
rindu yang menggulung pedih datang tiba2, menghancurkan kekuatan yang coba kubangun..
ternyata aku memang tak mampu mempertahankan senyum dusta ini..
ternyata aku memang tak mampu mempertahankannya demi diriku sendiri..
rasanya ingin kutenggelamkan driku..
kubunuh semua bakteri2 jahat penyebab luka ini,,
sekaligus jiwaku yang telah membusuk..
aku lelah!!!!!!!!!
aku benar-benar lelah.,,
dan air mata keluar dari sela mataku..
menghabisi keangkuhanku,,
bahagialah kau di sana bersama wanita bahagiamu..
biar aku di sini terpuruk oleh rindu tak berkesudahan..
selamat,,
selamat bagimu..
telah menghapus semua kenangan, kehangatan, dan rasa bahagia itu..
selamat..
biar air mata ni membanjiri jiwaku yang penuh luka..
biar makin pedih..
aku terlalu payah untuk melupakanmu..
itu saja,,
Peradaban Lintang Telah Usai
Jangan memberikan sebuah peradaban hati pada orang yang sekiranya tak dapat dipercaya. Kelelahan yang amat sangat telah mengaburkan padanganku, jadi kini tak akan lagi aku memberikan peradaban hatiku pada orang yang tidak bisa dipercaya. Aku punya hati yang terlalu lapang untuk diporakporandakan oleh senyuman kabutnya itu, senyuman yang menghancurkan sistem penglihatanku. Penglihatan tentang peradaban hati yang lain.
Mungkin dia bahagia sekarang karena peradaban hatiku telah hancur. Dia yang terlalu aku percaya akhirnya menghancurkan segalanya tanpa sisa, tak memberikan aku sedikitpun rasa lagi. Sampai sekarang aku masih bisa membayangkan senyumnya, namun tak bisa kurasakan lagi kehangatannya. Tak ada kehangatan buatku disana. Peradaban cintaku telah hancur lebur.
Hari ini mendung menggantung di tempat yang sama ketika peradaban hati ini dihancurkan olehnya. Dan di waktu yang sama pula. Aku duduk bersama semangkuk sup buah yang menjadi minuman kesukaanku bersamanya. Di bangku yang sama meski dengan hari yang berbeda dan tentu saja tanpa dia. Senyumannya menjadi kabut di antara sekian banyak senyum yang beredar. 20 Mei 2009, hari itu adalah hari ini di masa lalu. Dan aku merindukan dirimu sebelum itu. Senyuman kabutmu itu. Bodohnya, seharusnya kau jelas-jelas menjadi orang paling tak bisa dipercaya di dunia ini, namun mengapa aku harus menjadikan peradaban hatiku sebagai peradaban Lintang? Padahal aku jelas-jelas telah dihancurkan olehnya. Akh! Aku memang sangatlah bodoh dan tolol. Baca entri selengkapnya »
U’ll sorry-bondan prakoso feat fade2black
U’ll be sorry..
Lezz:
Ku tak tau harus berkata apa.
Kau tinggalkan diriku di dalam asa.
Jika, waktu yang berputar tak kembali.
Lagi, ini jadi satu ironi.
Dan mengapa kau lelah dalam langkah.
Resah, gelisah, menyerah, sudah lah.. sudah.. tak perlu banyak rima.
Ini bukan pertama kurasa hal yang sama.
Shakespeare menangis, dalam sudut kecewa.
Dewi cinta terjatuh merana dalam luka.
Terkubur, dalam detik yang berputar.
Bercampur dengan udara, yang tak terdengar.
Ngga hanya cewe’, yang ingin di mengerti.
Bukan hanya cowo’, yang ingin dicintai.
Jika, waktu yang berputar tak kembali.
Apa arti sayang bila sudah tak berarti.Mr. B: Tlah.. ku berikan semua.. kasih dan cintaku..
namun kau, hempas.. aku.. pastikan
dirimu.. kau akan sesali.. u’ll be sorry..
u’ll be sorry.. u’ll be sorry.. Baca entri selengkapnya »
rindu??? candu???!!
Buta? Jika memang langkahku terhenti di sini, kenapa aku masih mencoba melangkah? Ketika kerinduan itu berubah menjadi candu pada diriku, aku tidak keberatan menjalaninya. Bahkan, jika aku harus terus disini, menikmati candu sampai mati, aku tak peduli.
maafkan aku
lantas luka itu meluber mengungkit ribuan dusta yang kujaring
aku ini hanya seonggok kabut yang telak menghancurkan pandangan
dia..
telah hancur olehku..
hujan di musim putus asa
Di sekretariat bersama yang dikepung hujan
“Hujan itu penuh inspirasi!” Ujar salah seorang sahabatku. Kudalami hal itu. Terlalu banyak orang yang mencoba mengilhami rintik hujan dengan pemikiran mereka sendiri. Aku sempat bertemu dengan teman dekatku yang sangat mencintai hujan. Hari-hari dia habiskan hanya untuk berkutat dengan kecintaannya itu, hujan. Tak peduli selelah Baca entri selengkapnya »
SATU BatanG SaJa
di hadapan asbak penuh puntung rokok..
huh.. rasa-rasa mati saja tanpa mereka. racun yang menyenangkan. aku sudah terlanjur mencintai mereka. jadi, jika sehari saja tak kujumpai dan kuhisap mereka, aku tak sanggup hidup. oh sayangku, aku tak mampu tanpamu. mengulur waktu tanpa menghisapmu rasa-rasa tubuhku remuk. aku kecanduan tanpamu. Baca entri selengkapnya »