SATU BatanG SaJa
di hadapan asbak penuh puntung rokok..
huh.. rasa-rasa mati saja tanpa mereka. racun yang menyenangkan. aku sudah terlanjur mencintai mereka. jadi, jika sehari saja tak kujumpai dan kuhisap mereka, aku tak sanggup hidup. oh sayangku, aku tak mampu tanpamu. mengulur waktu tanpa menghisapmu rasa-rasa tubuhku remuk. aku kecanduan tanpamu.
seperti meriang badanku, sakit, tertusuk-tusuk. hah… sebegini cintanya aku pada racunmu. setidaknya satu batang saja untuk hari ini, aku sudah puas. bara di ujungmu itu yang menyenagkan. melonglong minta dihisap. aku bahagia.
hari ini aku terjerebab.. tinggal satu batang saja!!! dan aku tak tau apakah aku sanggup menikmati malam insomniaku tanpa bara yang memberikan bahagia? huh.. sekarang bagaimana? apa yang harus kulakukan dengan my last cigarette?? I’m confused.
sahabt-sahabatku tak ada yang seheboh aku jika menghabiskan sebatang demi sebatang mereka habiskan perlahan. bahakan sebungkus rokok yang mereka beli terkadang tak sehari habis. tapi, aku sedikitpun tak sanggup tanpa asap. asap itu seperti kehidupan. yah! aku tau, aku kecanduan. tapi ini menyenangkan, seolah badanku tebuat dari busa dengan lubang-lubangnya dan jika asap itu masuk ke sana dan lubang-lubang itu akan terisi lalu ketika dihembuskan udara dari lubang itu berjubel berebut keluar.
hmmm…
di sela-sela kebiasaanku menulis catatan, selalu saja aku selingi dengan menghisap asap yang menyenagkan ini. (sekarangpun begitu). tanpanya, tak ada kata yang bisa kuuraikan. mandheg, begitu saja otakku.
“hei asap! kenapa kau begitu menyenangkan?”
“karena itulah aku ada!”
“lalu kenapa kau beracun?”
“karena di sanalah letak kenikmatanku,”
“maksudmu?”
“racun yang kau hisap itulah yang menurutmu menyenangkan!”
“oh ya? tak aku tak peduli juga!!”
racun yang menyenangkan ya? hahahahahahaha kenapa bisa??
ahdika berkata,
1 Maret 2009 pada 12:16 pm
hmm,kadang yg buruk bs mjd baik menurut pandangan kita (pmkrn orang beda2)
salam knl..
kunjungi blogq jg yah..
anggri berkata,
9 Maret 2009 pada 12:54 pm
cerpennya keren…
iwan berkata,
10 Maret 2009 pada 11:24 am
tapi kok sampai sekarang aku g tahu letak kenikmatannya…
dari sejak SD sampai sekarang g tahu letak nikmatnya..
apa ada yang salah dengan cita rasa ku.
cheraceria berkata,
12 Maret 2009 pada 10:58 am
u/ iwan :
yah…
itukan subjektif..
jadi ya tiap orang beda2..
ya tho??
to ya??