Peradaban Lintang Telah Usai

22 Oktober 2009 at 4:45 pm (catatan perih)

Jangan memberikan sebuah peradaban hati pada orang yang sekiranya tak dapat dipercaya. Kelelahan yang amat sangat telah mengaburkan padanganku, jadi kini tak akan lagi aku memberikan peradaban hatiku pada orang yang tidak bisa dipercaya. Aku punya hati yang terlalu lapang untuk diporakporandakan oleh senyuman kabutnya itu, senyuman yang menghancurkan sistem penglihatanku. Penglihatan tentang peradaban hati yang lain.

Mungkin dia bahagia sekarang karena peradaban hatiku telah hancur. Dia yang terlalu aku percaya akhirnya menghancurkan segalanya tanpa sisa, tak memberikan aku sedikitpun rasa lagi. Sampai sekarang aku masih bisa membayangkan senyumnya, namun tak bisa kurasakan lagi kehangatannya. Tak ada kehangatan buatku disana. Peradaban cintaku telah hancur lebur.

Hari ini mendung menggantung di tempat yang sama ketika peradaban hati ini dihancurkan olehnya. Dan di waktu yang sama pula. Aku duduk bersama semangkuk sup buah yang menjadi minuman kesukaanku bersamanya. Di bangku yang sama meski dengan hari yang berbeda dan tentu saja tanpa dia. Senyumannya menjadi kabut di antara sekian banyak senyum yang beredar. 20 Mei 2009, hari itu adalah hari ini di masa lalu. Dan aku merindukan dirimu sebelum itu. Senyuman kabutmu itu. Bodohnya, seharusnya kau jelas-jelas menjadi orang paling tak bisa dipercaya di dunia ini, namun mengapa aku harus menjadikan peradaban hatiku sebagai peradaban Lintang? Padahal aku jelas-jelas telah dihancurkan olehnya. Akh! Aku memang sangatlah bodoh dan tolol.

Untungnya, aku tak ingin menitikkan air mata untuknya (lagi). Air mata ini sudah terkuras habis untuk sesuatu yang tak bisa dipercaya. Aku tak bisa mempercayai peradaban Lintang lagi. Entah, mungkin aku akan menemukan peradaban lain meski butuh waktu, butuh sebuah kepercayaan dan orang yang bisa dipercaya. Aku terlalu berbelit dalam kata-kata memang, aku tidak bisa to the point seperti yang dilakukan kebanyakan orang karena aku orang yang terlalu sulit, karena hidupku sendiri memang terlalu berbelit. Terutama setelah senyuman kabut itu pergi dari hidupku. Empat bulan yang lalu. Di hari mendung yang sama. Semoga sore ini turun hujan. Dan lengkaplah sudah semua Dejavu tentang kehilanganku.

PERADABAN LINTANG TELAH USAI DENGAN MENYISAKAN KABUT TEBAL DI DALAMNYA LANTAS PERADABAN APA YANG BISA MENGHAPUSKAN KABUT YANG DITINGGALKANNYA? AKANKAH KUDAPATKAN PENGGANTI ITU?!

4 Oktober 2009

Cheraceria

Tulis sebuah Komentar