PASOKAN CINTA BERNAMA LUKA
Kedipkan matamu, nak! Jangan biarkan merah mewarnai mata indahmu itu, sudah terlalu lama kau biarkan air mata mengalir tanpa kau kedipkan mata indah itu. Aku sendiri lelah menyaksikan kisahmu, dan tentu aku tau sesakit apa kau menjalaninya. Jangan biarkan semua ini menjadi kisah pedih saja, kau pantas rasakan bahagia.
Nak! Aku mohon, hapus seluruh gundahmu, sakit yang kaurasakan di ujung pangkal penantian. Kegelisahan hanya semata luka. Pesakitan yang tak ada habisnya. Cinta berlebih itu menyakiti setiap inci hatimu, iyakan? Jangan kau bohongi dirimu lagi! Kau pantas nikmati cinta yang hakiki, bukan pasokan cinta bernama luka.
Sekarang lihat sendiri wajahmu di cermin itu! Lihat! Kau rapuh, kau telah habiskan segalanya. Kaubuang seluruh gelora yang menjadi hidupmu. Kaulepaskan. Dan pasokan itu menyakitkan.
Jangan biarkan hidupmu mati!!
“kulakukan apapun demi kau, Shinta!
Tapi kau mengiba pada Rahwana yang kejam..
dan aku tau kau tak lagi suci seperti dulu..” itu yang dikatakan Lelaki Hening yang kau cintai dan kau merelakan seluruh tuduhan dusta itu dengan hatimu yang lapang. Aku tak rela, Shinta! Gadis kelu yang dihancurkan kesetiaan. Lepaskan dia! Percuma kau genggam erat cinta atas kesetiaanmu, sedangkan dia menyuguhkan cinta bernama luka padamu.
Aku saja lelah, bagaimana dengan kau?! Kabuterluka?! Kesucianmu tak dipercayainya, padahal kau, Shinta! Kau adalah gadis suci yang menjaga cinta Rama dengan kesetiaanmu, tak kaubiarkan Rahwana sentuh kainmu barang seinci, kulitmu tak terjamah olehnya tapi Rama sama sekali acuh pada kesaksian Anoman dan kalung pemberiannya pembukti cinta dan kesetiaanmu.
Lelaki hening itu bukan orang yang tepat untuk kau, Gadis kelu pujaan para dewa. Lelaki hening itu yang semestinya mati di dalam api, bukan kau.
“Kau pembohong besar, Shinta!” Teriakan Rama ini masih mendengung di telingamu, sakit aku mendengarnya, bagaimana dengan kau??
Cukup Shinta! Cukup! Kumohon hentikan air matamu dan hentikan juga pasokan cinta bernama luka ini. Hentikan sekarang juga.
21 Juni 2010
Ahmad Maghfur berkata,
18 April 2011 pada 2:41 pm
salam kenal wae..